my daily life (curcol melepas isi pikiran)
Minggu, 02 Mei 2021
#24
Jumat, 22 Januari 2021
#22
Rabu, 29 Juli 2020
#21
Sabtu, 18 Juli 2020
#20
Minggu, 20 Oktober 2019
#17
Mimpi buruk yang nyata.
Aku "kambuh" lagi.
Bahkan lebih parah dari 2012 yg lalu.
Setelah ±7 tahun struggling di kondisi yg cukup stabil dan memiliki awareness yg lebih terhadap Kondisiku (setidaknya bisa mandiri terhadap diriku sendiri) namun ternyata aku masih tetap bisa kambuh lagi (dan lagi2 menyusahkan keluagaku)
Januari s.d oktober. 2019
Bahkan saat ku tuliskan tulisan ini aku masih takut mengingat apa yg terjadi pada "fase kambuhku". Beban kerja berlebih dan tak mampu bekerja dalam tekanan memang nyata adanya padaku. Sehingga sampai saat ini pun aku memilih menjadi pengangguran dan hanya berdiam diri di tempat kakakku.
Banyak hal yg harus kusyukuri, dalam fase kambuh itu aku masih punya 2 saudaraku, masih punya sahabat yg mau menerima Kondisiku yg buruk dan tak terkendali... Aku merasakan kondisi itu seperti mimpi buruk yg nyata. Aku tak bisa memilih bangun dan berharap semua hanya mimpi. Yang bisa kuharapkan adalah kembali stabil dan produktif bagaimanapun caranya.
Semoga bisa segera terwujud.
Dan aku akan mewujudkannya dibantu oleh support sistem yg ada.
Aamiin ya Rabbal'alamiin
Lampung, 21102019.00.42
Jumat, 24 Mei 2019
#15
Hari kebangkitan bangsa, dilanjur dengan aksi masa dan terjadi dinegeriku yg kucintai.
Negeriku elok yg kucintai ini, penuh semangat, penuh kekuatan, people power mereka sebut... Demokrasi istilahnya.
Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Sebagai rakyat aku sering bertanya apa kontribusi yg sudah kuberikan untuk negaraku... Apa yg dirasakan oleh seorang rakyat sepertiku tak ada artinya dengan apa yg dirasakan oleh rakyat dipelosok negeri yg kucintai ini... Pulau terluar, terjauh dan terdampar.
Terpapar, terjatuh, terluka, terobek sukma dan sanubarinya... Jiwa dan raganya....
Ah....jiwaku tetap indonesia... Merah darahnya, putih tulangnya, legam kulitnya, manis senyumnya, putih parasnya, elok budinya, pekertinya tak usah ditanya.... Aceh sampai papua... Kalimantan, jawa, sulawesi pulaunya yang besar... Belum lagi ratusan gugusan pulau yang berserak namun disatukan dengan satu kata nusantara. Dihimpun oleh 1 pancasila.
Teringat disuatu malam di puncak menara monas... Diderunya angin tak terasa ada yg membasahi pipiku... Bukan tempias hujan... Tapi tempias air mata... Akankah aku berguna bagi Agama nusa dan bangsaku? Seperti kedua orangtua ku menangis saat mendengar tangisan pertamaku?
Tingginya monas saat itu... Syahdunya suasana hatiku... Menyatu dan menguatkanku... Aku perlu melihat diriku yg lemah dan dhoif, juga aku perlu melihat kanan dan kiriku, muka dan belakangku atas dan bawahku akar aku tetap mengakar kuat meski angin pasti akan terasa lebih kencang bagiku.
Malam itu... Tanpa alat komunikasi canggih, aku mentafakuri diriku... Dan berjanji bahwa aku akan mengabdikan segenap jiwa dan ragaku demi kemashlahatan negeriku, profesiku dan pasien-pasienku dan tentu saja keluargaku.
Jum'at malam,
Ramadhan 19, 1440 H/24 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
#14
Setelah 18 tahun berlalu....
Ternyata benar aku banyak menuruni sifat dan karaktermu mama...
Walau kadang aku berusaha tidak ingin sepertimu, namun karakter wanita batak itu memang erat denganku.
Kuat, lembut, sopan, santun, berprinsip
Bersahabat tanpa batas, tertawa meski duka, tersenyum meski lara...
Terimakasih mama. Aromamu masih bisa tercium di kenanganku. Semoga Allah mempertemukan kita dalam Jannatunna'im-Nya
Kuhadiahkan Alfatihah untukmu di ramadhan yang syahdu ini untuk bidadari tanpa sayapku.
2 Ramadhan 1440H