"19 Juli nanti gak kerasa ya mama udah 70 tahun." ujarnya membuka percakapan kami sebelum tidur.
"hmmm... Iya", sahutku datar.
"udah tua kali ya mama kalo masih hidup", balasnya.
"ya mungkin setua nenek2... Keriputan..." Seorang nenek yg kukenal dulu saat magang terlintas di benakku.
Percakapan itu kami akhiri dengan hehehehe bersama.
Aku tau kami bertiga memang terlalu muda untuk ditinggalkan seorang ibu. Usiaku yg menjelang 9 tahun, abang yg duduk di bangku akhir sekolah dasar, dan kakak (ii) yg tengah merasakan masa remaja mesti menelan pahit kenyataan bahwa kami menjadi piatu. Tanpa merasakan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu lagi pasti membuat sedikit tidaknya sebuah kekosongan direlung hati kami terdalam yg kini menyisakan kerinduan yg dalam.
Kenyataan bahwa sekarang kondisi kami baik2 saja meski telah lama tanpa sosok mama dan ayah kadang membuat kami seolah melupakan atau menyampingkan rasa rindu.
Jika saat ini beliau berdua masih ada, mama dan ayah sudah punya satu cucu yg cantik, pintar dan aktif dari ii...
Mama, Selamat Ulang Tahun.
Kami berterimakasih mama sudah dilahirkan dan melahirkan kami bertiga. Maafkan kami banyak salah dengan mama. Kami kirimkan do'a untuk mama semoga mama diampuni semua dosanya oleh Allah SWT. Dilapangkan dan diterangkan kuburnya, dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka. Kelak kita semua bisa bertemu dan dikumpulkan dalam syurgaNya.
Aamiin yaa Rabbal'alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar