Selasa, 29 November 2016

#1st

Udah lama gak nulis, hari ini dapat hikmah kehidupan dari caraku menggulung tali layangan.

Sehabis menyelesaikan tugasku,  kulihat dari dalam klinik seutas tali layangan yang tergantung,  kucari arah tali itu kutarik terus hingga dapat ujungnya, sambil melepas penat kumainkan layang-layang tersebut karena pada masa kecilku aku tak bisa menerbangkan layang-layang. Setelah bersenang² sebentar aku pun mulai merapikan tali layangan tersebut,  digulung-gulung ternyata di tengah tali tersebut kusut. Ku ulangi lagi mencoba mengurai kekusutannya, tapi ternyata ku mulai tidak sabaran dan memutus tali yg kusut tersebut lalu menggulungnya kembali dan terdapat kekusutan kedua,  kali ini aku tidak memutuskan nya karena sayang udah banyak yg kegulung. Jadi kekusutannya aku ikut gulung saja.  Pikirku kalau nanti mau main lagi baru dipikirkan cara mengurainya.

Setelah beberapa jam kemudian aku memikirkan caraku menggulung tali tersebut,  andaikan tali itu adalah kehidupanku dan kekusutannya merupakan masalah-masalah (ujian) yang timbul dalam kehidupan. Masalah (ujian)pasti bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dari caraku memutuskan talinya adalah salah satu caraku agar masalahnya selesai dengan simpel dan tidak memikirkan bahwa nantinya hal yang kuputuskan ini . Sedangkan cara kedua mengabaikan masalah, bukan menyelesaikannya, dan suatu saat nanti  masalah yang sama akan kuhadapi lagi dan akan memikirkan solusinya nanti.

Ku sadari bahwa kedua cara yang kuambil adalah salah,  bukannya mengurai kekusutan yang terjadi sehingga nantinya bisa selesai tapi malah mengabaikannya,  dan mengambil keputusan tanpa memikirkan konsekuensi kedepannya adalah bukan pilihan yang terbaik. Semoga aku bisa mengambil hikmah untuk kedepannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar